Ketapang ( sorot10)- Dua alat pendeteksi atau sensor gempa ditempatkan di Ketapang oleh BMKG, masing masing di Kendawangan dan Nanga Tayap.
” Sensor langsung terhubung BMKG ke pusat,” kata Sifa, prakirawan Cuaca , Stasiun Metrologi Bandara Rahadi Oesman, Ketapang , kepada sorot10, Jumat 1 /7/22.
Penempatan alat sensor gempa tersebut pada tahun 2016, menyusul terjadinya gempa pertama di Kendawangan pada tahun tersebut.
Kendawangan memang telah Dua kali dilanda gempa. Yakni yang pertama pada tanggal 24 Juni 2016 dan kemarin tanggal 1 Juli 2022. Gempa tektonik kemarin, dengan titik gempa 25 KM dari bibir pantai Desa Keramat Jaya, Kendawangan. Gempa tidak berpotensi Tsunami dan terasa getarannya hingga di beberapa kecamatan di Ketapang.
Dengan adanya sensor gempa ini, maka kejadian gempa akan segera dapat diketahui dan dianalisis.
Itulah mengapa kejadian gempa pada Jumat pukul 05.09 WIB , BMKG langsung dapat memberikan info ke masyarakat dan menetapkan status gempa. Sehingga dapat memberikan informasi yang akurat. Misal gempa tidak berpotensi tsunami.
Dua sensor gempa di Ketapang, ditempatkan, di Belakang Kantor Camat Kendawangan dan di Nanga Tayap di Kantor BPP.
Selain di Dua lokasi tersebut, BMKG juga rencananya akan memasang alat penetrasi gempa di Pulau Karimata, tapi masih tertunda. ( yas)





