Ketapang ( sorot10)– Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menerima audiensi relawan kemanusiaan internasional yang didampingi oleh INH (International Networking for Humanity) di Ruang Rapat Wakil Bupati.
Audiensi tersebut membahas kepedulian relawan kemanusiaan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kalimantan, khususnya Kabupaten Ketapang. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan, menyalurkan bantuan kemanusiaan, serta melakukan asesmen guna mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan langkah penanganan yang diperlukan.
Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa kehadiran relawan kemanusiaan merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Dengan pengalaman menjalankan misi kemanusiaan di berbagai negara, para relawan diharapkan dapat turut memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menyambut baik kepedulian dan niat para relawan yang ingin mengambil bagian dalam membantu penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang. Menurutnya, persoalan karhutla membutuhkan perhatian dan kerja sama berbagai pihak, mengingat dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap kesehatan, aktivitas masyarakat, serta keberlangsungan kehidupan sosial dan ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Ketapang memandang bahwa penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dukungan berbagai unsur, mulai dari petugas di lapangan, TNI/Polri, relawan, organisasi kemanusiaan, dunia usaha, hingga masyarakat, sangat diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan bencana
Melalui audiensi ini, Pemkab Ketapang berharap kepedulian relawan kemanusiaan internasional dapat menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam menghadapi bencana. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, relawan, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat penanganan karhutla sekaligus meringankan beban warga yang terdampak.
Pemerintah Kabupaten Ketapang berkomitmen untuk terus mendorong koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat, perlindungan lingkungan, serta penyaluran bantuan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.( sumber Ketapang media/yas)




