KETAPANG- Kapolres Ketapang AKBP Yani Permana, memastikan sabu kuning yang diamankan jajaran Polres Ketapang pada operasi pemberantasan narkoba di Ketapang awal Agustus 2021 lalu, positif mengandung narkotika.
” Hasil pemeriksaan BPOM, sabu kuning yang disita dalam operasi penggerebekan beberapa waktu lalu positif kandungan narkotikanya,” kata Yani, menjawab wartawan saat konferensi pers tanggal 16/8/21 di Aula Mapolres Ketapang
Seperti diberitakan live SOROT 10, tanggal 12/8/21 lalu, salah satu 6 bandar yang digulung Polres Ketapang, salah satu tersangka dengan barang bukti sabu bewarna kuning.” Kami terus mengembangkan kasus ini, ” kata Kapolres.
Catatan SOROT 10, penangkapan sabu kuning , merupakan kasus pertama di Kalbar.
Dibanding jenis sabu lain, sabu kuning memang masih jarang penangkapan, yang kemungkinan disebabkan memang belum banyak beredar dan dikonsumsi luas . Diperkirakan harganya diatas harga sabu putih.
Melansir Kompas.Com, portal VOI Com tanggal 17/6/2020 pukul 09.23 menggambarkan,
sabu bewarna sudah beredar di Indonesia sejak tahun 2013. Dan disebut berkualitas dibanding sabu tak berwarna.
Masih menurut catatan Kompas Com. Kombes Nugroho Aji – yang kala itu- merupakan direktur ( Ditresnarkoba) Polda Metro, 1/12/2013, menyatakan narkoba jenis sabu dibagi menjadi 3 macam.
Pembagian berdasarkan warna pada sabu tersebut mencerminkan hasil pemurnian ekstrak bahan prekusarnya.
Tiga jenis sabu tersebut, yakni, putih atau disebut ice, sabu kuning atau yellow ice, sabu biru atau blue ice. Pada ke 3 jenis itu, warna biru yang memiliki kualitas terbaik, dan menjadi yang paling mahal.
Namun seiring waktu, sabu merah muncul dengan harga yang lebih mahal, karena kualitas dan kelangkaan. Awalnya sabu merah muncul di Cina dan Amerika Selatan/ Latin. Namun juga sudah beredar di tanah air.
Tapi, soal sabu warna warni ini, masih dikutif dari VOI.Com tanggal 17/6/20) Karo Humas BNN , Brigjen Sulistio Pudjo , menyatakan tidak ada perbedaan signifikan, antar sabu bewarna, selain warna.
Kepala BNN DKI Brigjen Tagar Sinaga, bahkan menyebut sabu warna sebagai modus penyelundupan, sebagai upaya mengelabui petugas.( Yas/18/8/21)
Keterangan foto:
Kapolres Ketapang AKBP Yani Permana, saat menunjukkan sabu kuning hasil operasi berantas narkotika di Ketapang awal Agustus 2021. ( Foto Yasmin Umar)







