
Ketapang ( sorot10)- Hingga tanggal 30 Mei 2023 masih terdeteksi 15 titik panas di Kabupaten Ketapang. Sementara sejumlah kawasan mulai mengalami kebakaran. Perlu langkah cepat Pemda untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.
Data yang dirilis BMKG Kalbar yang diteruskan Stadion Meteorologi Bandara Rahadi Oesman Ketapang kepada sorot10, tanggal 30/5 masih terdapat 15 titip panas yang tersebar di 4 Kecamatan di Ketapang. Jumlah titik panas ini menurun dibanding tanggal 29/5 yang memiliki 24 titik panas.

Deteksi hotspot menggunakan sensor VIIRS dan MODID pada satelit polar ( NOAA20, S-NPP, TERRA dan AQUA) memberikan gambar lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan .
Dimana satelit akan mendeteksi anomali suhu panas, dibandingkan dengan sekitarnya. Observasi dilakukan pada siang dan malam hari untuk masing masing satelit. Pada daerah yang tertutup awan atau bank zona hotspot diwilayah tersebut tidak dapat terdeteksi.
Titik Panas di Ketapang berdasarkan data tanggal 30/5 berada di Kecamatan Matan Hilir Selatan (8) diikuti Kendawangan dengan 4 titik panas , Matan Hilir Utara ( 2) dan Manis Mata (1).

Sementara itu, anggota Komisi 1 DPRD Ketapang dari Fraksi Gerindra meminta pemda Ketapang segera menggelontorkan dana darurat untuk mencegah meluasnya kebakaran, tanpa harus melihat lagi penetapan status darurat dan tanggap bencana.” Jangan sampai kebakaran telah meluas kemana mana, baru sibuk. Mencegah lebih baik, ” tegasnya kepada sorot10, Selasa 30/5/23.( yas)





