


Ketapang ( sorot10)- Jumlah orang dengan gangguan jiwa ( ODGJ) di Ketapang terus meningkat dan diujung tahun 2022 mencapai 1.040 orang.
Catatan sorot 10, pertengahan tahun jumlah ODGJ masih 900 orang dan Kecamatan Benua Kayong tetap menjadi penyumbang ODGJ terbesar Ketapang.
Jumlah ODGJ terungkap pada rapat kerja Komisi 2 DPRD Ketapang dengan Dinas Kesehatan, Sosial dan Bappeda, Rabu 18/1/23.
Raker dipimpin Ketua Komisi 2 DPRD Uti Royden Top dan dihadiri sejumlah anggota Komisi 2.
Dengan meningkatnya Jumlah ODGJ yang merupakan orang dengan gangguan Jiwa berat, Kabid P2P Dinkes Ketapang dr. Khairul Tambunan menginginkan agar Ketapang memiliki Puskesmas..rawat Inap bagi pasien ODGJ, sehingga tidak lagi penanganan pasien harus dirujuk ke Pontianak atau Singkawang.
Dinkes telah mengusulkan agar eks Puskesmas Tuan Tuan dijadikan Puskesmas khusus penanganan ODGJ. Apalagi tenaga medis di Ketapang telah mendapatkan pelatihan menganani ODGJ.
Menanggapi kondisi ODGJ Ketapang, Komisi 2 menyetujui peralihan fungsi eks Puskemas Tuan Tuang mrnjadi pusat perawatan ODGJ.
” Kita setuju semoga tahun depan , eks Puskesmas Tuan Tuan menjadi pusat penanganan ODGJ, melihat makin banyaknya penvidap ODGJ di Ketapang,” kata Uti Royden Top kepada sorot10.( yas)





