PADA tahun 1942-1944 pendudukan Jepang di Kalimantan Barat telah terjadi peristiwa pembunuhan besar-besaran secara keji dan kejam oleh tentara Jepang terhadap tokoh-tokoh masyarakat, pemuka-pemuka masyarakat, kaum cendikiawan dan para pejuang yang tidak berdosa, tepatnya pada tanggal 28 rokutgatsu atau tanggal 28 juni 1944.
Berdasarkan data surat kabar Jepang yang terbit di pontianak “Borneo Shinbun” terbitan hari Sabtu tanggal 1 sigatsu 2604 atau tanggal 1 Juli 1994 disebutkan sebanyak 21.037 jiwa korban pembunuhan massal yang dikuburkan di 10 buah makam di Mandor.
Nama – nama para korban yang dibunuh secara massal tersebut dengan dalih bahwa mereka berusaha mendirikan negara Borneo Barat bebas dari penjajahan, antara lain :
1. Syarif muhammadAlkadrie, umur 74 thaun, sultan pontianak
2. Pangeran Adipati, umur 26 tahun, putra sultan pontianak.
3. Pangeran Agung, umur 26 tahun, adik Pangeran Adipati.
4. J.E Patiasina, umur 51 tahun.
5. Ng Nyiap Sun, 40 thaun.
6. Lumban pea, umur 43 tahun
7. R. muslimun Nalaprana, tokoh volksraad, umur 42 tahun.
8. Kei liang Kei, umur 54 tahun.
9. Ng Nyiap Khan, umur 35 tahun
10.Panangian, umur 48 tahun
11.Noto Soedjono, umur 42 tahun
12. F. J Loway Faath, umur 44 thaun
13. C.V Oktavianus Lucas, umur 42 tahun
14.Ong Tjoe Kie, umur 52 tahun
15.Uray Aliudin, umur 33 thaun
16. GUSTI MUHAMMAD SAUNAN, Penembahan Ketapang.
17.Muhammad Ibrahim tsafiuddin, umur 40 tahun, sultan sambas
18.Sawon Wongso Witomo, umur 45 tahun
19.dr. Doenaryo Dartowardoyo, umur 33 tahun
20.Muhammad Yatim, umur 33 tahun
21.Raden Mas Soejino, umur 31 tahun
22.Nazarudin, umur 35 tahun
23.Soedarmadi, umur 30 tahun
24.Tambunan, umur 29 tahun
25.Tji boen Kie, umur 42 tahun, wartawan
26.Nasrun Sutan Pangeran, umur 31 tahun
27.E. Londok Kawengsion, umur 44 tahun
28.W.E.F Tewu, umur 51 tahun
29.Wagimin Bin Wongsosemito, umur 27 tahun
30.Ng Lung Khoi, umur 45 tahun
31.Theng Swa Teng, umur 47 tahun
32.dr. R M achmad Diponegoro, umur 40 tahun
33.dr. Ismail, umur 34 tahun
34.Achmad Maidin, umur 40 tahun
35.Nurlela Panangsiang, umur 45 tahun
36.Tengku Idris, umur 50 tahun, Penembahan Sukadana
37.Gusti Mesir, umur 43 tahun, Penembahan Simpang
38.Syarif Saleh Alaydrus, umur 63 tahun, Penembahan Kubu
39.Gusti Abdul Hamid, umur 42 tahun, Penembangan Ngabang
40.Ade Muhammad Arif, umur 40 tahun, penembahan Sanggau
41.Gusti Muhammad Keliep, umur 40 tahun, Penembahan Sekadau
42.Muhammad Taufik, umur 63 tahun, Penembahan Mempawah
43.A.T.P Lontang, umur 43 tahun
44. Raden Nalaprana, umur 43 tahun
45.Gusti Ja’far, umur 42 tahun, Penembahan Tayan
46.Raden Abdul Bahry Daru Perdana, umur 44 tahun, Penembahan Sintang
47.Dr. Rubini, umur 39 tahun, kepala rumah sakit Pontianak
48.Ny. Amalia Rubini, umur 37 tahun
49.Syarief Zein bin Syarief Salim Almutahar, umur 41 tahun, pegawai kantor coekai Pontianak.
Sebagai ungkapan rasa hormat dan penghargaan kepada pejuang yang telah gugur pada peristiwa tersebut, atas saran DPRD Kalbar kepada Gubernur Kalbar Kadarusno. dibangunlah Monumen Makam Juang MAndor yang peresmiannya ditetapkan pada tanggal 28 Juni 1977 bertepatan dengan tanggal terjadinya peristiwa pembunuhan tersebut.( yas/ dibacakan pada peringatan Hari Berkabung Daerah di Ketapang tahun 2022)
Teks foto:
Penembahan GM Saunan , Penembahan Ketapang, salah satu korban pembunuhan Jepang yang dimakamkan di Mandor.( dok)





