SAAT pemeriksaan barisan ,pada apel gabungan sinergisitas program strategis daerah , kesiapan penanganan Karhutla dan covid 19, kelengkapan Damkar Ketapang , Rabu 16/3/22 salah satu peserta upacara yang menarik perhatian Bupati Martin Rantan, Wakil Bupati Farhan, Ketua DPRD M Febriadi, Pembina Upacara Dandim 1203 Letkol Inf. Alim Mustofa, Kapolres AKBP Yani Permana dan forkopimda, adalah manusia anti api atau petugas pemadam kebakaran yang menggunakan baju Anti Api atau tahan panas.Rombongan pemimpin upacara dan Forkopimda Ketapang , berhenti sejenak saat sampai ke posisi pasukan pemadam kebakaran- khususnya pasukan dengan pakaian pemadam baju Anti Api dan atas permintaan media , dalam pemeriksaan pasukan tersebut melakukan foto bersama pasukan Anti api.
Petugas dengan baju Anti Api ini berwarna silver ini ditujukan untuk menyelamatkan korban korban yang terjebak dalam kobarin api saat terjadi kebakaran. Baju api yang dimiliki petugas hanya antara Rp.10 – 15 juta . Dan Damkar Ketapang baru memiliki 2 pasang baju anti api ini.
Hingga saat ini, penggunaan baju Anti Api, belum pernah digunakan petugas. Selain belum ada kejadian kebakaran dengan indikasi korban terjebak dalam kuburan api. Kalaupun pernah ada kejadian yang menyebabkan seorang anak difabel yang meninggal dalam kebakaran sebuah rumah di depan BCA Ketapang beberapa waktu lalu, tapi karena keterlambatan informasi maka tidak ada penggunaan baju tersebut.
Pasukan pemadam kebakaran Ketapang, telah mengalami perkembangan pesat personil yang terlatih. Damkar Ketapang menjadi satu satunya daerah di Kalbar memiliki 1 pelaton pasukan pemadam kebakaran yang terlatih dan berserrifikat atau 33 orang. Dimana mereka telah mendapat pendidikan selama 46 jam dari Damkar Ciracas – Jakarta Timur. Dan terdapat 2 orang inspektur yang bersertifikasi.( yas/16/3/22)
Foto foto: Yasmin Umar








