Ketapang ( sorot10)- Pelaku usaha mikro Ketapang tetap mengharapkan pembinaan dari Dinas Koperasi, UMKM Perdagangan dan Perindustrian, agar usaha yang mereka rintis dapat berkembang.
Hal tersebut dinyatakan dua pelaku usaha mikro Jairina dan Iyon, usai pembukaan FGD ( fokus group discution) penguatan usaha mikro yang berdaya saing dan penandatanganan kesepakatan bersama Pelaku Usaha Mikro, pimpinan Alfanart, perusahaan perkebunan, Politap, dan Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan perindustrian Ketapang, di Hotel Nevada, Selasa 28/11/2023.
Acara ini dibuka Asisten sekda Syamsul Islami, mewakili Bupati Ketapang. Hadir juga kepala Inspektorat Ketapang Revalianto dan Kadis Koperasi UMKM Perdagangan dan perindustrian Edi Radiansyah.
Jairina yang merupakan Pelaku usaha mikro abon ikan gabus dan sirup lakon menyatakan dukungan dari instansi terkait terutama dalam.soal kemasan dan adanya rumah produksi UMKM di Ketapang.
Apalagi katanya, saat ini ia bersama.pelaku usaha lain sedang mempersiapkan untuk melakukan ekspor produk UMKM Ketapang ke Jepang.” Kita sedang dalam persiapan, doakan sukses ya ,” harapnya.
Berkembangnya usaha yang dijalaninya, diakui Jairina berkat pelatihan pelatihan yang diikutinya selama ini. Ia pernah mengikuti pelatihan hingga ke tingkat provinsi. ” karenanya kita berharap pembinaan dari instansi terkait tetap harus dilakukan, ” harapnya.
Sementara Iyon yang merupakan pengusaha Tanjak Melayu menyatakan juga pelatihan terhadap pelaku usaha mikro tetap diperlukan. Iyan menyerap pelatihan di tingkat kabupaten.
Soal peluang ekspor, Iyon menyatakan karena masih kurangnya dokumen yang dimiliki, ekspor masih dilakukan oleh pihak ketiga. ( yas)





