
Ketapang ( sorot10)- Wakil Bupati Ketapang Farhan meminta pelayanan terbaik kepada Calon Jemaah Haji ( CJH) Ketapang tahun 2023.
” Semua tahapan pergerakan CJH hingga terbang dari embarkasi Batam menuju Tanah Suci hingga kembali nanti harus dilaksanakan dengan baik. Semua detailnya harus diperhatikan, ” kata Farhan menjawab sorot10 usai rapat persiapan keberangkatan CJH Ketapang di Kantor Bupati Ketapang, Kamis 8/6/23.

Hadir pada rapat tersebut Kepala Kantor Kementrian Agama Ketapang Syarifenndi, Kabag Kesra Pemda Munizan, Imigrasi, Dinkes, BSI, KBIH, Polres, PolPP, PHD dll.

Tim Pemda bersama Kantor Kementrian Agama Ketapang harus melakukan pendampingan hingga ke Embarkasi Batam. Karena titik krusial jemaah justru berada di Embarkasi Batam yang sangat memerlukan pendampingan.
Di embarkasi Batam, pemeriksaan kesehatan tahap akhir jemaah yang akan menentukan apakah jemaah tersebut memenuhi syarat untuk terbang. Jika tidak layak terbang karena kondisi kesehatannya maka jemaah akan kembali ke daerah asal atau ke Keluarganya di Ketapang. Atau menjalani perawatan terlebih dahulu di rumah sakit di Batam. Disinilah perlunya pendampingan.
Begitupun jika ada masalah pada dokumen, sangat memerlukan pendampingan untuk menyelesaikannya.
Termasuk memastikan CJH tetap fokus untuk keberangkatnnya ke tanah suci, misal soal keterlambatan atau karena keluar dari embarkasi dan mengelilingi Kota Batam.
Apalagi tahun 2023 ini, jemaah Ketapang akan Terbang ke Bandara Jeddah dininhari pukul 00.15 WIB 22 Juni.
Sementara CJH Ketapang 2023 sebanyak 35 .86 persen adalah lansia atau berusia 60 tahun ke atas atau sebanyak 86 orang.
Pelayanan terhadap CJH Ketapang saat keberangkatan ini dimulai dari pelepasan umun di Pendopo Ketapang 18 Juni. Pelepasan keberangkatan berdasarkan penerbangan yang akan dimulai pukul 05.30 WIb tanggal 19/6 di Pendopo Bupati. CJH Ketapang akan Terbang ke Pontianak dengan 4 kali penerbangan.
Pengurusan akomodasi dan konsumsi di Pontianak serta penerbangan ke Batam.( yas)





