Ketapang ( sorot10)- Kekhawatiran anggota dewan atas pembangunan sejumlah rumah adat yang mangkrak dan menjadi rumah hantu, terjawab sudah.Wakil Bupati Ketapang Farhan, menyatakan, bahwa pemerintah daerah akan segera menuntaskan pembangunan rumah adat.” Soal rumah adat, kami sejalan dengan pandangan anggota dewan.Kita akan tuntaskan pembangunannya sampai selesai , sesuai kemampuan keuangan daerah,” kata Farhan, di DPRD Ketapang, Senin, 26/10/21.Farhan menyampaikan jawaban Bupati Ketapang, atas tanggapan anggota DPRD terhadap pidato Bupati Ketapang Martin Rantan atas nota keuangan dan rancangan perda tentang APBD 2022, pada rapat paripurna DPRD Ketapang yang dipimpin Suprapto.
Hadir pada kesempatan tersebut, wakil Ketua DPRD Jamhuri Amir , sejumlah anggota DPRD dan Sekda.Pekan lalu, dalam tanggapannya terhadap pidato nota keuangan Bupati, anggota fraksi Golkar Achmad Sholeh, mempertanyakan penyelesaian pembangunan sejumlah rumah adat yang mangkrak. Sholeh mengkhawatirkan sejumlah rumah adat akan menjadi rumah hantu.GOR IndoorSementara menanggapi pernyataan anggota dewan soal belum adanya GOR Indoor, untuk menunjang kemajuan olah raga, dinyatakan Farhan, bahwa pemerintah daerah telah memulai langkah untuk mewujudkan GOR Indoor.” Saat ini, sedang dilakukan pencarian lokasi yang tepat untuk pembangunan GOR Indoor,” ungkap Farhan.Ditambahkan Farhan, tahun 2019, telah dibuat detail engineering desain (DED). ” Hanya pembanguan GOR Indoor memerlukan dana yang cukup besar, sehingga diperlukan sumber pembiayaannya, dan memerlukan komitmen bersama,” kata Farhan mengingatkan.( Yas/26/10/21).Keterangan foto: Wabub Farhan, Wakil Ketua DPRD Suprapto, Jamhuri Amir serta Sekda, usai penyerahan dokumen jawaban eksekutif. ( Foto Yasmin Umar)





