50 Persen Petani Sawit Tanam Bibit Cabut dan Unggul Oplosan Ketapang

( sorot10)- Petani Sawit di Ketapang masih menanam bibit cabut dari pohon induk dan kalaupun menanam bibit kecambah bersertifikat , cendrung memperolehnya dari penjualan online , yang tidak dapat dijamin mutunya, karena sangat terbuka peluang pengoplosan.” Padahal untuk menjamin mutu pohon sawit, bibit yang ditanam sebaiknya diperoleh dari penangkar yang telah mendapat rekomendasi dari pemerintah atau dinas instansi terkait,” kata Fransiska Nelli, Kasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Kantor Disnakbun Ketapang menjawab Sorot10,

soal masih banyaknya petani yang menanam bibit cabut dari pohon induk dan mengandalkan pembelian biji bibit unggul dari pasar online, Kamis 6/1/22.Menurut Fransiska, jumlah petani yang melakukan hal cukup besar, lebih dari 50 persen.Hal ini, katanya, tentu sangat disayangkan, karena tidak ada jaminan pohon sawit akan menghasilkan buat dengan mutu yang baik, bahkan akan berbuah atau tidak setelah masa tanam memasuki umur produksi.Bibit yang berasal dari pohon induk, jelas mutunya menurun. Sementara , penjualan bibit yang katanya bersertifikat di pasar online, sangat rentan oplosan.Kalaupun , berbuah biasanya , buah yang dihasilkan akan kurang baik mutunya, yang dapat berakibat pada harga jual, dan umur produksi pohon menurun.” Belum lagi kalau kita berbicara sertifikasi ISPO, dimana asal usul bibit sawit menjadi salah satu persyaratan sertifikasi ini,” ungkap Fransiska.Pihaknya terus mendorong agar petani menggunakan bibit unggul yang bersertifikat, sehingga mutu pohon sawit dapat lebih terjamin.Di Ketapang , saat ini terdapat dua penangkar bibit sawit bersetifikasi , yang dapat melayani petani swasta. Pengawasan terhadap dua penangkar oleh pihaknya sangat ketat. Dimana , setiap bibit yang akan didatangkan , memerlukan rekomendasi dari Dinas Perkebunan, untuk mengetahui asal usul dan kualitas bibit.Dua penangkar resmi di Ketapang , yakni CV. Tiga Bintang di Sei. Awan dan PT. Tri Tunggal Borneo Mandiri, di Kelampai.( Yas/6/1/22)Foto : Fransiska Nelly. ( Yas)

  • Related Posts

    Bupati: Jangan Tunggu Api Membesar Baru Bergerak

    Ketapang ( sorot10)— Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menegaskan pentingnya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mencegah dan menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi dan silaturahmi…

    Baca Selanjutnya

    Wabup Jamhuri Terima AudiensiLPPD

    Ketapang ( sorot10)- Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, menerima audiensi Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Ketapang di Ruang Rapat Wakil Bu pati Ketapang, Selasa, 15 September 2026. Pertemuan tersebut…

    Baca Selanjutnya

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Bupati: Jangan Tunggu Api Membesar Baru Bergerak

    • By admin
    • September 17, 2026
    • 5 views
    Bupati: Jangan Tunggu Api Membesar Baru Bergerak

    Wabup Jamhuri Terima AudiensiLPPD

    • By admin
    • September 17, 2026
    • 6 views
    Wabup Jamhuri Terima AudiensiLPPD

    Bupati Ikut Padamkan Karhutla di Lembah Hijau 1

    • By admin
    • September 16, 2026
    • 5 views
    Bupati Ikut Padamkan Karhutla di Lembah Hijau 1

    Udara di Ketapang Berbahaya, Bupati Wajibkan Warga Pakai Masker di Luar Ruangan

    • By admin
    • September 16, 2026
    • 7 views
    Udara di Ketapang Berbahaya, Bupati Wajibkan Warga Pakai Masker di Luar Ruangan

    Bupati Lounching Layanan IGD dan Rawat Inap RSUD Pratama Sandai

    • By admin
    • September 15, 2026
    • 7 views
    Bupati Lounching Layanan IGD dan Rawat Inap RSUD Pratama Sandai

    Bupati Hadiri Maulid BPCNU

    • By admin
    • September 15, 2026
    • 7 views
    Bupati Hadiri Maulid BPCNU