Ketapang ( sorot10) – Penulis produktif Ketapang Agus Kurniawan, kembali menorehkan pencapaian internasional. Setelah sukses dengan novel Kedang, Diseberang Matahari: Fiksi Sejarah Perang Tumbang Titi, 1914, yang diakui dunia dan masuk ke dalam koleksi Library of Congress, kini karya terbarunya, Nyala Api Perlawanan, juga telah resmi dikoleksi di perpustakaan bergengsi tersebut.
Karya ini semakin memperkuat posisi Agus sebagai penulis yang mampu mengangkat cerita lokal dengan daya tarik global.
Selain Library of Congress, Kedang, Diseberang Matahari telah menjadi bagian dari koleksi perpustakaan-perpustakaan ternama lainnya, seperti Leiden University Libraries di Belanda, University of Washington Libraries, UC Berkeley Libraries, University of Wisconsin – Madison General Library System, University of Michigan – Ann Arbor, Cornell University Library, Yale University Library, dan Ohio University Libraries di Amerika Serikat. Kehadiran buku ini di perpustakaan-perpustakaan prestisius dunia menunjukkan betapa berharga dan pentingnya literatur ini dalam mengisahkan sejarah lokal Indonesia kepada pembaca global.
“Buku-buku saya memang tidak banyak dicetak dan tidak dipasarkan di jaringan besar seperti Gramedia. Namun, semangat saya selalu mengarah pada mengangkat cerita-cerita dari kampung halaman dan menjaganya tetap hidup. Jika suatu saat buku-bukuku hilang atau kalian rindu membaca kembali, kalian tahu bahwa kalian bisa menemukannya di Library of Congress,” kata Agus setengah bergurau, kepada sorot10 , Selasa 19/11/2025.
“Buku saya juga tentu dikoleksi di Perpustakaan Daerah kita” katanya lagi.
Koleksi internasional ini menambah prestasi bagi Agus dan menjadi motivasi bagi penulis muda Indonesia untuk terus berkarya dan mengenalkan budaya lokal ke dunia.
Dengan kontribusinya, Agus Kurniawan membuktikan bahwa cerita dari Ketapang bisa mendunia, memperkuat literasi dan apresiasi budaya Indonesia di panggung internasional.( yas)





