
SUDAH lama saya tak melalui hari hari berat yang menguras habis energi. Tanggal 18-19 Agustus 2023 menjadi priode yang sangat melelahkan dan berat. Pikiran begitu tercurah dan energi seperti habis.

Dua hari, usai tanggal keramat bagi bangsa, saya bersama 54 wartawan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan ( UKW) yang dilaksanakan Dewan Pers di Hotel di Hotel Golden Tulip, Pontianak.

Ada tiga organisasi Pers yang mengirimkan peserta ke UKW kali ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lembaga Pers Dr. Soetomo ( LPDS) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) . PWI Kalbar yang dinakhodai Gusti Yusri. tempat saya bernaung, menyertakan 16 Wartawan anggotanya. 7 diantaranya dari Ketapang. Alhamdulillah kami dinyatakan berkompeten alias lulus.
PWI dari 40 000 anggotanya , yang tersebar di seluruh Indonesia, sebanyak 16.000 diantaranya sudah kompeten sebagai wartawan dalam berbagai tingkatan.
Ada tiga tingkatan dalam UKW. Muda madya dan utama. Muda untuk wartawan pemula atau yang di lapangan, madya untuk wartawan yang menjadi redaktur dan utama untuk redaktur pelaksana , pemimpin redaksi alias pengambil keputusan.
Bagi yang pernah mengikuti UKW, tetap harus memulai dari jenjang muda, seperti saya, yang sudah hampir 30 tahun bergelut di redaksi dengan berbagai jabatan yang diberikan perusahaan.
Lantas menjadi mudah kah UKW bagi saya? Ternyata tidak. Walau persiapan saya memadai, menjalani 10 mata ujian selama 2 hari dalam waktu terbatas dan mendapat pertanyaan tajam dan bernas seputar Pers dari penguji. membuat saya gelagapan.
Saya mendapat kesulitan tentang undang undang, aturan seputar Pers dan filosopinya. Nilai saya nyaris jeblok di mana uji ini. Menbuat saya menanamkan tekad untuk mendalami lagi dengan serius aturan seputar Pers.
Pada hari pertama UKW, Jumat 18/8/2023 kelompok uji kami dengan penguji M. Harris Sadikin hanya mampu menyelesaikan 6 mata uji. Berakhir hingga pukul 19.30 WIB.
Kelompok saya yang terdiri dari 5 orang. Berkonsentrasi i penuh dan cenderung tegang. Padahal 4 peserta dikelompok ini, Erwin, Agus, Wan Usman dan saya, berasal dari PWI Ketapang, teman bersenda gurau.
Saya merasakan ketidakwajaran pada diri saya dengan banyak meminta izin ke penguji untuk ke toilet buang air kecil.Pulang ke Rumah, setelah mandi, lansung tekapar tidur karena kelelahan.
Sabtu tanggal 19, kami masih harus menyelesaikan 3 mata uji juga cukup berat karena membuat perencanaan berita dan simulasi membangun jejaring. Terima kasih kepada Citra Eka Sandi- Ketua Hipmi dan Mia Gayatri anggota DPRD Ketapang yang bersedia menjawab telepon saya untuk wawancara dihadapan penguji.
Semoga 2 tahun mendatang.saya mendapat kesempatan mengikuti UKW tingkat madya. Belajar dan terus semangat belajar ( yasmin umar)





