
Ketapang ( sorot10)- Setalah sempat menurun, titik panas kembali banyak jumlahnya dan daerah sebarannya meluas ke 10 Kecamatan. Perlu langkah stategis pengarahan sumber daya , tenaga, peralatan dan dana khusus untuk mencegah meluasnya kebakaran Hutan dan lahan.

Data yang sorot10 peroleh dari Stasiun Meteorologi Bandara Rahadi Oesman Ketapang yang meneruskan data BMKG Kalbar, pada tanggal 30/5 titik panas menurun jumlahnya yaknin15 titik panas dan hanya menyebar di 4 Kecamatan dibanding jumlah titik panas di tanggal 29/5 yang mencapai 24 .

Pantauan satelit titik panas di tanggal 31/5 kembali banyak jumlahnya yakni 23 dan penyeberangan meluas pada 10 Kecamatan.
Deteksi titik panas menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar yang memberikan gambar lokasi wilayah yang mengalami karhutla, tanggal 31/5 sebanyak 23 titik panas ditemukan di Kecamatan, yakni Matan Hilir Selatan ( 8), Matan Hilir Utara ( 5), Kendawangan (3), Hulu Sungai (1), Sungai Melayu Raya ( 1), Sungai Laur ( 1), Simpang Hulu (2), Manis Mata ( 1) dan Marau (1).
Sementara titik panas di Kalbar pada tanggal 31/5 berjumlah 60 menyebar di Ketapang ( 23), Sambas (14), Kapuas Hulu (1), Bengkayang (1), Kayong Utara (1), Melawi (2) dan Kuburaya (8).
Melihat data jumlah titik panas yang meningkat dan sebaran meluas, saatnya Pemda dan masyarakat Ketapang memberikan fokus pada penanggulangan Karhutla. Apalagi kemarau baru akan mulai berlangsung akhir bulan juni dan awal bulan Juni dan puncaknya pada Agustus. Sementara musim.penghujan baru akan berlangsung Oktober. (Yas)





