
Ketapang ( sorot10)- kelangkaan minyak goreng ( Migor) di Ketapang, diyakini akan berahir satu hingga dua minggu ke depan.” Dari data yang kita kumpulkan, kelangkaan Migor akan segera berahir. Selain dikarenakan karena adanya kepastian dari distributor yang akan menambah jadwal pengiriman Migor ke Ketapang, juga sebenarnya stok kebutuhan migor tercukupi,” kata Asep Suhendar , Kabid Perdagangan, Disperindagkop dan UMKM Ketapang kepada sejumlah media, Jumat petang ( 4/3/22).Asep yang pagi tadi mengikuti rapat khusus di Kantor Bupati Ketapang, menyatakan kelangkaan terjadi juga karena terjadi panic buying. Dimana, masyarakat yang biasanya hanya membeli satu hingga dua liter untuk kebutuhan konsumsi membeli lebih dari jumlah tersebut. Ditingkat pengecer, kata Asep, minyak yang biasanya baru habis terjual 3-4 hari, ludes dalam hitungan jam.Sebelum terjadi kelangkaan kebutuhan Ketapang dipenuhi dengan pengiriman sekitar 5000 dus / trip atau sekali pengiriman.Saat ini, kata Asep pengiriman sudah meningkat menjadi 3 trip setiap minggunya oleh dua perusahaan. Apalagi, tambah Asep, usulan pengiriman ke Ketapang sekarang sudah dinaikkan menjadi 8000 dus/trip.Soal terjadinya penimbunan, Asep berkeyakinan tidak terjadi, karena ketatnya pengawasan yang ada, baik dari Pemda, kepolisian dan kejaksaan.Begitupun soal kebijakan satu harga, secara umum pedagang menjual dengan harga yang ditetapkan pemerintah yakni rp.14.000/ liter.( Yas/4/3/22)





