Ketapang ( sorot10)-
Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Repalianto, Ikuti Rakor Tindak Lanjut Program Makan Bergizi Gratis dan Percepatan Penurunan TBC Secara Vitual. Bertempat di Ruang Rapat Basement Kantor Bupati Ketapang, Senin (29/09/2025).
Dalam rakor tersebut terdapat beberapa Kesimpulan diantaranya :
- SLHS: Percepatan proses Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) dengan tetap mempertahankan standar; selesai dalam waktu 2 minggu. (Kemenkes, Kemendagri (Dinkes), BGN)
- Pengecekan setiap hari seluruh proses penyelenggaraan makanan (penentuan spesifikasi bahan pangan, penyimpanan, proses memasak, pemorsian, hingga distribusi). (Kemendagri (Dinkes, Puskesmas), BPOM, BGN);
• Jangka waktu sejak selesai memasak hingga konsumsi: maksimal 4 jam
• Proses produksi dan distribusi harus dilakukan dalam 2 batch (makan pagi dan siang)
• Penyimpanan sampel makanan: 2 × 24 jam
• (Kemendagri (Dinkes), BGN) - Protokol di sekolah: (Kemenkes, Kemendagri (Dinkes, Puskesmas))
• Melibatkan wali murid dalam pengawasan kebersihan makanan dan individu
• Mewajibkan cuci tangan pakai sabun sebelum dan setelah makan
• Menjaga kebersihan lingkungan sekolah
• Meningkatkan peran Upaya Kesehatan Sekolah/Madrasah, khususnya dalam MBG
• Memasukkan topik keamanan pangan dalam materi pengajaran - Protokol jika ada insiden: (Kemenkes, Kemendagri (Dinkes, Puskesmas))
• Menyiagakan TGC (Tim Gerak Cepat) dan merujuk pasien ke Puskesmas terdekat di wilayahnya
• Menyiagakan Labkesda:
• Pemeriksaan mikrobiologi: melengkapi jenis pemeriksaan untuk bakteri yang banyak menyebabkan keracunan pangan
• Pemeriksaan toksikologi - Pengukuran status gizi peserta didik dilakukan setiap bulan dan dilaporkan ke SATUSHEAT terintegrasi dengan database CKG Sekolah.
Sementara itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi mengungkapkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua dunia kasus TBC. Ia menekankan empat indikator program penanganan TBC, yaitu penemuan kasus, inisiasi pengobatan, keberhasilan pengobatan, serta pemberian terapi pencegahan TBC.( r/yas)





