Perumahan Warga dan Tiang PLN di Ujung Runway 17 Ganggu Penerbangan

Ketapang ( sorot10)- Asisten Ekonomi dan Pembangunan Syamsul Islami, Mewakili Sekda Kabupaten Ketapang Terima Audiensi Pembahasan Bangunan di Ujung Runway Ganggu Operasi Bandara, Otoritas Bahas Relokasi dan Infrastruktur PLN
11 Juli 2025, Bertempat di Ruang Rapat Sekda Kabupaten Ketapang

Pemerintah bersama sejumlah pihak terkait, termasuk otoritas bandara dan perwakilan dari PLN, menggelar pertemuan membahas keselamatan penerbangan menyusul ditemukannya sejumlah bangunan dan infrastruktur yang berada di zona kritis ujung runway bandara.

Dalam rapat tersebut, disampaikan bahwa beberapa rumah warga dan tiang listrik PLN berada terlalu dekat dengan ujung landasan pacu (runway) 17, yang secara signifikan mengganggu operasi pesawat, khususnya saat lepas landas dan mendarat.

“Ketinggian bangunan di area tersebut maksimal hanya boleh 1,4 meter, namun kenyataannya ada rumah yang mencapai 5 hingga 6 meter, serta tiang listrik yang mencapai 12 meter,” ungkap salah satu perwakilan otoritas bandara.

Karena kendala ini, penggunaan runway yang seharusnya bisa mencapai panjang 1.600 meter kini hanya efektif digunakan 1.400 meter, membatasi kapasitas angkut pesawat. Salah satu dampaknya, pesawat jenis ATR 72 yang biasanya mampu membawa hingga 2 ton kargo, kini hanya bisa mengangkut sekitar 750 kilogram karena harus menggunakan skema reduce take-off weight demi memenuhi standar keselamatan.

Otoritas bandara juga menyinggung insiden kecelakaan pesawat Air India sebagai peringatan bahwa kecelakaan saat gagal lepas landas dapat berakibat fatal, tak hanya bagi penumpang, namun juga warga di sekitar ujung landasan.

Berdasarkan aturan kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP), disebutkan bahwa dalam radius 3 kilometer dari ujung runway seharusnya tidak ada bangunan apapun, termasuk rumah, sekolah, rumah sakit, atau pabrik. Pemanfaatan lahan hanya diperbolehkan untuk tanaman non-kayu seperti padi, jagung, atau tanaman hijau lainnya yang tidak memperparah dampak kecelakaan.
(R/yas)

  • sorot sepuluh

    Related Posts

    Bupati: Jangan Tunggu Api Membesar Baru Bergerak

    Ketapang ( sorot10)— Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menegaskan pentingnya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mencegah dan menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi dan silaturahmi…

    Baca Selanjutnya

    Wabup Jamhuri Terima AudiensiLPPD

    Ketapang ( sorot10)- Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, menerima audiensi Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Ketapang di Ruang Rapat Wakil Bu pati Ketapang, Selasa, 15 September 2026. Pertemuan tersebut…

    Baca Selanjutnya

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Bupati: Jangan Tunggu Api Membesar Baru Bergerak

    • By admin
    • September 17, 2026
    • 5 views
    Bupati: Jangan Tunggu Api Membesar Baru Bergerak

    Wabup Jamhuri Terima AudiensiLPPD

    • By admin
    • September 17, 2026
    • 6 views
    Wabup Jamhuri Terima AudiensiLPPD

    Bupati Ikut Padamkan Karhutla di Lembah Hijau 1

    • By admin
    • September 16, 2026
    • 5 views
    Bupati Ikut Padamkan Karhutla di Lembah Hijau 1

    Udara di Ketapang Berbahaya, Bupati Wajibkan Warga Pakai Masker di Luar Ruangan

    • By admin
    • September 16, 2026
    • 7 views
    Udara di Ketapang Berbahaya, Bupati Wajibkan Warga Pakai Masker di Luar Ruangan

    Bupati Lounching Layanan IGD dan Rawat Inap RSUD Pratama Sandai

    • By admin
    • September 15, 2026
    • 7 views
    Bupati Lounching Layanan IGD dan Rawat Inap RSUD Pratama Sandai

    Bupati Hadiri Maulid BPCNU

    • By admin
    • September 15, 2026
    • 7 views
    Bupati Hadiri Maulid BPCNU