Ketapang ( sorot10)- Camat Tumbang Titi M Pitriadi menyatakan tidak ada banjir bandang yang menerjang kecamatan Tumbang titi dan menyebabkan ada truk yang menjadi korbannya.
Pitriadi menyatakan hal tersebut, menjawab konfirmasi sorot10, Selasa 21/6/23, berkenaan adanya berita yang dilansir media online dan bahkan di TV nasional , 21/6/22.
Disebutkan dalam berita yang beredar, “Dihantam Banjir Bandang, sebuah Truck Hanyut Terseret Arus”. Dalam berita tersebut, seolah olah banjir besar bahkan banjir bandang menyerang Tumbang Titi yang berakibat puluhan rumah terendam.
Menurut Pitriadi, Senin, 20 Juni 2022 ada 2 “kecelakaan” yang menimpa 2 truk yaitu :
1. Sebuah unit truck tergelincir saat melewati Jembatan Rengas di Desa Mehawa Kec. Tumbang Titi. Ini murni kecelakaan tunggal. Dimana saat ini sedang ada perbaikan jembatan jadi sisi Kanan sedang dalam perbaikan sedangkan sisi kiri belum perbaikan dan sempit. Ban truck terperosok ke lobang menyebabkan truck terguling di sisi kiri jembatan. Tidak berapa lama truck sudah berhasil dievakuasi.
Camat energik ini, mempersilakan, pihak pihak untuk menghubungi Kepala Desa Mehawa Adolf Carvallo , untuk mendapat informasi lebih rinci.
2. Truck yang diberitakan terserang banjir bandang.
Lokasi tempat kejadian kecelakaan di ujung Dusun Pemuatan Batu Desa Nanga Kelampai Kecamatan Tumbang Titi.
Truck disupiri oleh warga dari SP 2 Sengkaharak yang bermuatan buah sawit yang baru selesai panen .
50 meter sebelum Jembatan “Beijing” yang dibuat oleh pekerja PT. SRM – Sultan Rafli Mandiri, ada daerah rendah yang merupakan bekas galian tanah menyerupai parit kecil. Untuk menghubungkan jalan Nanga Kelampai ke arah jembatan dibuatlah timbunan tanah agar motor dan mobil bisa lewat dengan aman.
Saat hujan deras kemarin, parit Galian meluap dan air dari tempat yang tinggi mengalir ke daerah yang rendah melewati jalan timbunan tersebut.
Supir truck yang teledor, saat melewati timbunan yang tergenang air, membawa trucknya melaju tanpa membansi ke kiri truck akibatnya saat mobil terkena dorongan air dari sisi kiri, truck langsung nyungsep ke kanan timbunan.
Akibatnya truck bermuatan sawit tercebur ke sisi kanan galian.
Setelah dievakuasi heksa, truck dapat diselematkan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanya buah sawit yang baru dipanen tidak bisa diselamatkan.
Hari ini, parit atau bekas galian yang dilewati air tersebut sudah kering dan masyarakat sudah lancar menggunakan jalur tersebut untuk melintas.
Untuk informasi lengkap silakan hubungi P Nero seorang guru yang tinggal di RGS yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
3. Soal Puluhan rumah terendam karena banjir, kami klarifikasi, itu juga tidak benar. Kalaupun ada, itu hanya dialami beberapa rumah saja, saat hujan deras mengguyur Tumbang Titi sejak Sabtu (18/6/22) hingga Minggu (19/6/22) pagi hari.
Pagi hari, Minggu 19 Juni 2022, tidak ada lagi rumah yang terendam.
” Kawan kawan BPBD Ketapang seperti Chani dkk sudah meninjau langsung ke lokasi kejadian,” kata Ipit- panggilan akrab Pitriadi.
Mantan Camat Delta Pawan ini juga menginformasikan , tidak ada jalur yang lumpuh atau macet dari Ketapang ke Tumbang Titi.
Semua lancar, mau lewat Pelang – Kepuluk – BGA – Sungai Melayu Rayak – T. Titi. Atau
Jalur Pelang – Kepuluk – SMR – TT juga lancar.
Jalur Ketapang – Siduk – Kelik – Tayap – Pemahan – TT, sedap lancar.
Ia malah mengajak masyarakat ke Tumbang Titi karena banyak kegiatan Minggu ini , seperti:
1. Turnamen Remi Box
2. Turnamen Gaplek
3. Pelatihan Make Up
4. Pelatihan Pokok Telok
5. Ade juga Futsal Karang Taruna .( yas/22/6/22)
Foto : istimewa





